Hadits Tentang Aqiqah Lengkap dan Hukum-Hukumnya

Hadits Tentang Aqiqah Lengkap dan Hukum-Hukumnya

Berikut ini adalah kumpulan hadits mengenai aqiqah dan penjelasan ulama, yang terhadap pada akhirnya dapat menghasilkan hukum aqiqah didalam islam yang dapat menjadi anjuran jikalau dapat mengaqiqah anak.

Hadits Tentang Aqiqah Adalah Sunnah
Aqiqah menurut jumhur ulama adalah sunnah muakad, mereka berdalil bersama dengan hadits berikut’

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa di antara kalian yang idamkan menyembelih (kambing) sebab kelahiran bayi maka hendaklah ia laksanakan untuk laki-laki dua kambing yang serupa dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)] metode aqiqah

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dijalankan sebab kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua masalah darinya.” [HR Bukhari].

Makna menghilangkan masalah adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua masalah yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent]

Hadits Tentang Hari Pelaksanaan, berikan nama dan Mencukur Rambut
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundab dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan bersama dengan aqiqahnya yang terhadap hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari Aisyah dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi bersama dengan dua kambing yang serupa dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), bersama dengan sanad hasan]

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Mengaqiqahi Hasan dan Husain bersama dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud didalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) bersama dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied] Jasa aqiqah Jakarta dan Bekasi

Dari Fatimah binti Muhammad dikala melahirkan Hasan, dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah bersama dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad (6/390), Thabrani didalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].

Penjelasan Hadits Tentang Aqiqah dan Syaratnya
Dari hadits-hadits mengenai aqiqah diatas, kami sanggup mengambil asumsi mengenai hukum, cara dan syarat-syaratnya, selanjutnya kami rangkum berdasarkan keterangan para ulama.

Pelaksanaan aqiqah adalah sunnah muakad, bukan mesti apalagi bid’ah, sunnah ini adalah sunnah yang terlampau kuat sehingga bagi orang yang mempunyai kekuatan telah selayaknya untuk melaksanakannya dan tidak melalaikannya.

Hari pelaksanaan Aqiqah adalah hari ke 7 sejak kelahiran bayi, jikalau belum sanggup laksanakan aqiqah terhadap hari ketujuh maka sanggup di ullur terhadap hari ke 14, jikalau ternyata kami masih tidak sanggup melaksanakannya, maka di undur ulang sampai hari ke 21.

Untuk mahzab hanbali, jikalau belum sanggup laksanakan sampai hari ke 21 maka tanggunagan untuk laksanakan aqiqah bagi sang bapak telah gugur dan tidak ada kewajiban untuk bapak maupun bayi mengaqiqahi sehabis lewat masa 21 hari.

Tapi untuk mahzab syafi’i masih sanggup mengaqiqah anak sebelum anak baligh, masih menurut mahzab syafi’i, jikalau sehabis balig sang bapak belum termasuk sanggup laksanakan aqiqah, maka tanggungan aqiqah telah gugur, tapi sang anak sanggup mengakikahi dirinya sendiri sehabis dewasa.

Hewan yang di kurbankan sebagai aqiqah adalah kambing, tidak sanggup di tukar oleh hewan lain, untuk kambing jenisnya bebas, rela domba, kambing jawa ataupun kambing type lainnya.

Jumlahnya adalah 1 ekor untuk bayi wanita dan 2 ekor untuk bayi pria, tapi tidak mengapa untuk bayi pria 1 kambing, tentu lebih afdhol adalah 2 kambing.

Leave a Reply